• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Nama Instansi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Menu 1
  • Menu 2
  • Menu 3
  • Beranda
  • Menara Ilmu
  • Perancangan Sistem Monitoring Evapotranspirasi Dan Kadar Lengas Tanah Guna Mendukung Manajemen Pertanian Presisi Di Daerah Tropis

Perancangan Sistem Monitoring Evapotranspirasi Dan Kadar Lengas Tanah Guna Mendukung Manajemen Pertanian Presisi Di Daerah Tropis

  • Menara Ilmu
  • 23 November 2018, 05.35
  • Oleh:
  • 0

Evapotranspirasi dan kadar lengas tanah merupakan dua parameter yang dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kondisi lingkungan. Evapotranspirasi dan kadar lengas sangat erat hubungannya dengan kebutuhan air pada tanaman. Evapotranspirasi dan kadar lengas tanah dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, dan radiasi matahari. Pada penelitian ini dilakukan perancangan peralatan monitoring evapotranspirasi dan kadar lengas tanah untuk mengamati perilaku laju evapotranspirasi dan kadar lengas tanah pada tanaman.

Monitoring sistem ini merupakan salah satu bentuk aplikasi manajemen pertanian presisi di daerah tropis seperti Indonesia. Sistem monitoring evapotranspirasi dan kadar lengas tanah terdiri dari rangkaian mikrokontroler Arduino yang dihubungkan dengan sensor digital suhu dan kelembaban DHT22, sensor radiasi matahari GY-2561, dan sensor lengas tanah WD-3. Sistem monitoring ini dihubungkan dengan web server untuk melakukan penyimpanan data dan pemantauan kondisi lingkungan secara real-time. Uji kinerja dilakukan dengan penggunaan peralatan untuk pengamatan kondisi lingkungan secara kontinyu serta perilaku evapotranspirasi dan kadar lengas.

Hasil perancangan berupa sistem monitoring dapat digunakan untuk pengamatan laju evapotranspirasi dan kadar lengas tanah secara kontinyu dan real-time. Hasil uji kinerja peralatan menunjukkan bahwa sistem monitoring dapat digunakan untuk mengamati kondisi lingkungan secara kontinyu dengan 98,66% data terkirim atau 1,34% data hilang karena ketidaktersediaan sumber daya listrik karena pemadaman. Pengamatan perilaku menunjukkan bahwa kenaikan laju evapotranspirasi diikuti oleh penurunan kadar lengas tanah pada waktu – waktu tertentu yaitu pada pukul 10.00-15.00 WIB. Dengan mengetahui hal tersebut, dapat diperkirakan waktu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan air tanaman guna menunjang penerapan manajemen pertanian presisi di daerah tropis.

Penelitian ini dilaksanakan oleh Lukman Hanif Rifai, dari Smart Agriculture Research Group, Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Peranian, Universitas Gadjah Mada.

Kontributor:

Kontributor:

Lukman Hanif Rifai, STP
Penulis adalah Alumni Smart Agriculture Research Group, Laboratorium Energi dan Mesin Pertanian, Departemen Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Berpengalaman dibidang perancangan Field Monitoring System dan Pertanian Presisi.

Recent Posts

  • Pengelompokan Perkumpulan Petani Pemakai Air dengan Metode Fuzzy Clustering di Wilayah Pengasih Timur Sistem Irigasi Kalibawang
  • Industri Pangan Fungsional di Indonesia
  • Bagaimana Membedakan Klaim Ilmiah dan Hoax
  • Pangan Fungsional dan Nutrisetikal: Sejarah & Perkembangan Terkini
  • Potensi Pasar dan Konsumen Pangan Fungsional di Indonesia
Universitas Gadjah Mada

Alamat Instansi
Nomor Telepon Instansi
Email Instansi

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY