• UGM
  • IT Center
Universitas Gadjah Mada Nama Instansi
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • Menu 1
  • Menu 2
  • Menu 3
  • Beranda
  • Menara Ilmu
  • Makanan Fermentasi Berpotensi Sebagai Pangan Fungsional

Makanan Fermentasi Berpotensi Sebagai Pangan Fungsional

  • Menara Ilmu
  • 29 October 2017, 23.46
  • Oleh:
  • 0

Pangan fungsional merupakan pangan (bukan obat atau suplemen) yang mengandung senyawa bioaktif yang dapat memberikan efek kesehatan bagi tubuh dan telah dibuktikan secara klinis. Pangan fungsional saat ini telah menjadi trend baru dikalangan masyarakat. Di Indonesia sendiri terdapat banyak bahan pangan yang berpotensi sebagai pangan fungsional, salah satunya dalam produk fermentasi. Makanan fermentasi berpotensi menjadi pangan fungsional karena memiliki manfat yang baik bagi kesehatan tubuh. Beberapa makanan fermentasi di Indonesia yang berpotensi menjadi pangan fungsional dapat kita lihat di bawah ini:

1. Tempe

Tempe yang dibuat dengan bahan dasar kedelai dapat berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Senyawa antioksidan tersebut adalah isoflavon. Adanya senyawa isoflavon dalam tubuh mampu mencegah radikal bebas yang berpotensi timbulnya kanker. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, pun menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

2. Dadih

Dadih merupakan makanan prebiotik yang memiliki kandungan bakteri asam laktat yaitu Lactobacillus, streptococcus, dan lactococcus. Bakteri-bakteri yang terkandung dalam dadih dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Menurt Sreekumar & Hosono, 1998, efek antimugenik yang dimiliki bakteri asam laktat mampu mengikat mutagen dan senyawa karsinogen (senyawa penyebab kanker) dalam saluran pencernaan. Sehingga mutagenesis tidak dapat terjadi dan penyakit kanker dapat dicegah. Selain itu bakteri asam laktat juga mampu menghambat aktivitas enzim β-glucuronidase, azoreductase dan  itroreductase sehingga dapat mencegah pertumbuhan tumor.

3. Asinan

Asinan pada umumnya terbuat dari buah-buahan ataupun sayuran yang diberi cabai dan cuka. Adanya  asam cuka dan cabai mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada usus sehingga mampu melancarkan  pencernaan. Selain itu adanya berbagai macam sayuran dan buah-buahan membuat asinan memiliki banyak manfaat. Salah satunya adanya bahan yang bewarna jingga menandakan terdapatnya senyawa karoten yang berfungsi sebagai antioksidant sehingga mampu mencegah radikal bebas penyebab penyakit kanker. Kandungan kalium yang tinggi pun mampu mengendalikan tekanan darah dan mencegah keseimbangan cairan dalam tubuh.

4. Growol

Growol merupakan makanan khas dari Yogyakarta yang terbuat dari ketela yang mengalami perendaman selama 4 hari. Selama perendaman ini terjadi fermentasi alami. Growol mengandung probiotik yang dapat mencegah penyakit diare. Penelitian yang dilakukan oleh Rahayu et al., (1996), bakteri probiotik yang diisolasi dari sumber lokal yaitu pada growl (Lactobacillus casei subsp. rhamnosus TGR2) mampu bertahan pada suasana asam di saluran pencernaan dan tahan dalam konsentrasi garam empedu. Kandungan serat kasar yang tinggi pada singkong  pun akan digunakan sebagai makanan oleh bakteri pebiotik tersebut sehingga  akan menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada usus dan meningkatkan daya tahan usus terhadap penyakit.

Oleh : Hanik Rahmatin

Referensi

Sreekumar, O. and Hosono, A. 1998. The heterocyclic amine binding receptors of Lactobacillu gasseri cells. Mutat. Res. 421: 65-72.

Rahayu ES, TF Djafar, D Wibowo, and S Sudarmadji. Laporan Penelitian:Isolasi Bakteri Asam Laktat dan Karakterisasi Agensia yang berpotensi sebagai Biosafety makanan Indonesia. Yogyakarta: PAUPangan dan Gizi UGM;995.

 

Recent Posts

  • Pengelompokan Perkumpulan Petani Pemakai Air dengan Metode Fuzzy Clustering di Wilayah Pengasih Timur Sistem Irigasi Kalibawang
  • Industri Pangan Fungsional di Indonesia
  • Bagaimana Membedakan Klaim Ilmiah dan Hoax
  • Pangan Fungsional dan Nutrisetikal: Sejarah & Perkembangan Terkini
  • Potensi Pasar dan Konsumen Pangan Fungsional di Indonesia
Universitas Gadjah Mada

Alamat Instansi
Nomor Telepon Instansi
Email Instansi

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY